DSI Kota Banda Aceh Komitmen Cetak Hafidz Quran

Marzuki

Sebanyak 18 putra-putri dari Kota Banda Aceh saat ini ditempatkan pada di Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas, Ajun, Aceh Besar, untuk kegiatan menghafal Alquran (Tahfidz) oleh Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh.

Ke 18 anak Banda Aceh itu masing-masing 9 orang untuk tingkat SMP dan 9 orang tingkat SMA, yang saat ini sedang menghafal Alquran dengan jumlah hafalan bervariasi.

Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh Alizar Usman, S. Ag, M. Hum, melalui Kasie Perundang-undangan Marzuki, S. Sos. I, Jumat (07/12/2018).

Marzuki mengatakan, saat ini model pembinaan santri hafidz di Banda Aceh ada dua, yang pertama santri yang dibina di Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas, dan yang kedua, santri yang dibina di Masjid-masjid.

Khususnya yang di Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas kata Marzuki, mereka ditargetkan menghafal 30 Juz Alquran atau sampa khatam.

“Dan kita dari awal program ini sampai sekarang sudah menamatkan 9 orang hafidz, mereka sudah 30 juz, dan saat ini ada 18 orang calon-calon hafidz disana, dan ini wujud komitmen Pemko Banda Aceh untuk menciptakan banyak penghafal Alquran di Banda Aceh,” ujarnya.

Marzuki merincikan, selain pada di Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas, Ajun, Aceh Besar, sejumlah lokasi tahfidz binaan dinas Syariat Islam kota Banda Aceh masing-masing, Masjid Agung Al-Makmur, Yayasan Anak Yatim Tgk. H Djafar Hanafiah, Al Wustha Jeulingke, Darul Falah, Subulusalam Punge Blang Cut, Baitul Musyahadah, Baitushalihin, BP Al-Fatha dan TPQ Tahfidzul Quran Al-Jannah Batoh.

Untuk program menghafal Alquran di masjid-masjid itu, pihak Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh menempatkan dua orang tenaga pengajar yang dibiayai oleh Dinas Syariat.

“Kalau yang di masjid ini tidak asrama, agar susah untuk menargetkan smapi khatam, tapi minimal lima juz, dan nanti aka nada evaluasis setiap tahunnya,”ujarnya.

Sejumlah santri Banda Aceh yang ditempatkan pada Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas juga sangat membanggakan, karena sebelumnya Dua diantara mereka juga diundang untuk menjadi imam Shalat Tarawih selama sebulan penuh di Masjid Taman Mega Ampang, Kuala Lumpur, Malaysia.

“Ini sudah memasuki tahun keenam, dan hasilnya cukup membanggakan, kita berharap kedepan semakin banyak generasi Banda Aceh yang menghafal Alquran,” ujar Marzuki.