Banda Aceh – Kegiatan safari dakwah dilaksanakan di sekolah SMPN 15 dari pukul 07.45 s.d Selesai. Dalam kegiatan tersebut turut hadir kepala Dinas Syari’at Islam Alimsyah,S.Pd, M.S, Kabid Dakwah Irwanda, S.Ag, Kasie Bina Generasi Muda & Kader Dakwah Rosmani,S.Sos. beserta Tim PGMI Safari Dakwah Da’i Kota Banda Aceh. Hadir juga unsur pimpinan sekolah yaitu kepala sekolah, para wakil, dewan guru dan sejumlah siswa dan siswa sekolah tersebut.
Penceramah pertama Ustadz Tajul Fujari, SH menyampaikan bahwa, berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu kewajiban utama dalam kehidupan seorang anak. Orang tua adalah sosok yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan kasih sayang tanpa pamrih sejak kita lahir hingga dewasa. Mereka merawat, mendidik, dan membimbing kita agar menjadi pribadi yang baik. Oleh karena itu, menghormati dan berbuat baik kepada mereka bukan hanya bentuk balas budi, tetapi juga cerman khlak mulia. Dalam firman allah swt
وَقَضٰى رَبُّكَ أَلْا تَعْبُدُوْا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا … (٢٣)
Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya …” (QS. Al Israa’ [23], ayat: 23).
Berbakti kepada orang tua dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti berbicara dengan sopan santun, membantu kebutuhan kedua orang tua, serta selalu mendoakan kebaikan bagi keduanya. Sikap sabar dan penuh kasih juga sangat penting, terutama ketika orang tua telah lanjut usia. Pada masa tersebut, mereka membutuhkan perhatian dan pengertian lebih dari anak-anaknya, sebagaimana dahulu mereka merawat kita dengan penuh kesabaran.

Selain itu, berbakti kepada orang tua juga membawa banyak keberkahan dalam hidup. Banyak ajaran moral dan agama yang menekankan bahwa ridha orang tua merupakan kunci kesuksesan dan kebahagiaan. Sebaliknya, durhaka kepada orang tua dapat membawa penyesalan dan dampak buruk, baik di dunia maupun di akhirat. Dalil hadithnya Rasulullah Saw Bersabda: “Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa besar yang paling besar?”
Para sahabat menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau menjawab: “Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.”
(HR. Bukhari & Muslim). Durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar dalam Islam. Oleh karena itu, penting bagi setiap anak untuk selalu menjaga sikap dan perilaku terhadap orang tua dengan penuh hormat dan kasih sayang.
Penceramah kedua ustadz Arifuddi,S.Pd.I, menyampaikan bahwa, Takzhim kepada guru berarti menghormati, memuliakan, dan menempatkan guru pada kedudukan yang tinggi karena jasanya dalam menyampaikan ilmu. Sikap ini tercermin dalam adab seperti mendengarkan dengan penuh perhatian, tidak memotong pembicaraan, serta melaksanakan nasihatnya dengan sungguh-sungguh. Dalam Islam, ilmu memiliki kedudukan yang mulia, sehingga orang yang mengajarkannya pun wajib dihormati. Dengan bertakzhim kepada guru, seorang pelajar tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga keberkahan dalam proses belajarnya.
Rasulullah Saw juga bersabda:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ
Artinya: “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak orang alim (ulama).” (HR. Ahmad).
Hadits ini menegaskan pentingnya menghormati orang berilmu, termasuk guru. Dengan demikian, takzhim kepada guru bukan hanya etika sosial, tetapi juga bagian dari ajaran agama yang mencerminkan akhlak mulia seorang penuntut ilmu.()
Leave a Reply