Banda Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh menggelar program Safari Dakwah Da’i Perkotaan di Masjid Al Fitrah Keraton, Banda Aceh, Sabtu (11/4/2026)
Program ini menjadi sarana pembinaan umat untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan, khususnya terkait pemahaman terhadap bulan-bulan yang dimuliakan dalam Islam.
Dalam tausiahnya, Ust. Gamal Akhyar, Lc., M.A menjelaskan bahwa umat Islam memiliki kalender Hijriah yang terdiri atas 12 bulan, diawali Muharram dan diakhiri Dzulhijjah.
“Di antara 12 bulan tersebut, ada 4 bulan haram atau bulan yang dimuliakan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab,” ujarnya.
Ia menegaskan, salah satu ciri utama orang beriman dan bertakwa adalah beriman kepada perkara gaib sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 3.

Menurut Ust. Gamal, amal kebaikan yang dikerjakan pada bulan-bulan haram akan dilipatgandakan pahalanya. Sebaliknya, perbuatan zalim pada bulan tersebut juga mendatangkan balasan keburukan yang sangat menyengsarakan.
“Kezaliman paling besar adalah menyekutukan Allah ‘Azza wa Jalla, yaitu menjadikan bagi Allah sekutu dan tandingan yang diibadahi selain Allah,” katanya di hadapan jamaah.
Ia menambahkan, bentuk kezaliman lain adalah aniaya terhadap diri sendiri, seperti tidak memberi hak kepada akal untuk menuntut ilmu, tidak memberi nutrisi seimbang bagi tubuh, dan tidak memberi waktu istirahat yang cukup.
Selain itu, Ust. Gamal juga mengingatkan bahaya zalim terhadap orang lain, seperti mengambil hak, memakan harta tanpa hak, memfitnah, mengadu domba, serta kejahatan lain yang meresahkan masyarakat.
Terkait harta, ia mengingatkan bahwa cinta berlebihan terhadap harta dapat menjerumuskan seseorang pada kezaliman, termasuk enggan menunaikan zakat.
“Allah mengancam orang yang tidak mau mengeluarkan zakat hartanya dengan siksa yang berat. Di akhirat hartanya akan dijadikan setrika yang amat panas lalu digosokkan pada dahi dan punggungnya,” jelasnya.
Mengutip Ibnu Katsir rahimahullah, ia menyampaikan, “Barangsiapa mencintai sesuatu sehingga membuatkan lalai dari ketaatan kepada Allah, maka ia akan diuji atau disiksa dengan apa yang dicintainya tersebut.”
Di akhir tausiah, Ust. Gamal berpesan agar setiap hamba berhati-hati terhadap perbuatan zalim, khususnya kepada sesama manusia.
“Jangan sampai mendzalimi hamba-hamba lainnya, baik dalam urusan harta, kehormatan, ataupun perkara lainnya. Wallahu a’lam. Barakallahu fiikum,” tutupnya.
Dengan adanya program Safari Dakwah ini, diharapkan masyarakat Kota Banda Aceh semakin memahami keutamaan bulan haram dan menjauhi segala bentuk kezaliman dalam kehidupan sehari-hari.
Turut hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, para Kabid di lingkungan DSI Kota Banda Aceh, para Da’i Perkotaan, para Muhtasib Gampong, serta warga setempat.
Penulis: Nova Andiyani,S.Sos
Editor: Abdul Halim,S.Sos.I
Leave a Reply