Safari Dakwah Da’iyah: Memaknai Keistimewaan Bulan Muharram Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah

Banda Aceh, 3 Juli 2026 — Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh kembali melaksanakan kegiatan Safari Dakwah Da’iyah pada Jumat, 3 Juli 2026, bertempat di Masjid Baitul Mukminin, Gampong Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai ini menghadirkan penceramah Ustazah Dr. Hj. Rahmatillah, S.Ag., M.Pd. dengan mengangkat tema “Keistimewaan Bulan Muharram.”

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kasi Bina Generasi dan Bidang Dakwah Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Ibu Rosmani, S.Sos, para Daiyah kota Banda Aceh, serta sekitar 50 peserta yang terdiri atas ibu-ibu Gampong Lamteh dan beberapa gampong di Kota Banda Aceh. Para jamaah mengikuti kajian dengan penuh antusias sebagai upaya memperdalam pemahaman mengenai kemuliaan Bulan Muharram serta pengamalannya sesuai tuntunan syariat Islam.

Dalam tausiyahnya, Ustazah Dr. Hj. Rahmatillah menjelaskan bahwa setiap amalan dalam Islam harus berlandaskan dua sumber hukum utama, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Beliau menerangkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an terbagi menjadi muhkamat, yaitu ayat yang maknanya jelas dan menjadi dasar hukum, serta mutasyabihat, yaitu ayat yang memerlukan penjelasan dan pemahaman lebih mendalam. Sementara itu, hadis sebagai sumber hukum kedua terdiri atas hadis qauliyyah (perkataan Nabi), fi’liyyah (perbuatan Nabi), dan taqririyyah (persetujuan Nabi terhadap perbuatan para sahabat), yang seluruhnya menjadi pedoman dalam menjalankan syariat Islam.

Muharram, Salah Satu Bulan yang Dimuliakan Allah SWT

Dalam kajian tersebut, Ustazah Rahmatillah menjelaskan bahwa Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, bersama Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam QS. At-Taubah ayat 36, yang menerangkan bahwa Allah SWT telah menetapkan jumlah bulan sejak penciptaan langit dan bumi, dengan empat di antaranya merupakan bulan-bulan yang dimuliakan.

Beliau juga menjelaskan bahwa penetapan Muharram sebagai awal kalender Hijriah dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Adapun Bulan Ramadan tidak termasuk dalam empat bulan haram karena memiliki kedudukan yang istimewa sebagai Sayyidusy Syuhur (penghulu segala bulan).

Pada bulan-bulan haram, umat Islam diingatkan untuk tidak menzalimi diri sendiri maupun orang lain, karena setiap perbuatan dosa memiliki konsekuensi yang lebih berat. Selain itu, syariat Islam juga mengajarkan agar peperangan dihindari pada bulan-bulan tersebut, kecuali dalam kondisi tertentu yang dibenarkan syariat.

Pentingnya Beramal Berdasarkan Dalil

Dalam penyampaiannya, Ustazah Rahmatillah turut mengangkat kisah tenggelamnya Fir’aun serta kisah Samiri yang membuat patung anak sapi sebagai pelajaran tentang pentingnya menjaga akidah dan tidak mudah mengikuti sesuatu tanpa dasar yang benar.

Beliau menekankan bahwa umat Islam tidak cukup hanya mengetahui keutamaan suatu amalan (fadhā’ilul a‘māl), tetapi juga perlu memahami dasar hukum yang melandasinya. Oleh karena itu, setiap ibadah hendaknya dilaksanakan berdasarkan Al-Qur’an, hadis yang sahih, serta penjelasan para ulama agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk:

Memahami kemuliaan Bulan Muharram berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.
Menjadikan Al-Qur’an dan hadis sebagai pedoman utama dalam beribadah.
Menghindari segala bentuk kezaliman terhadap diri sendiri maupun orang lain, terutama pada bulan-bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Meneladani Rasulullah SAW dalam menjalankan ibadah berdasarkan dalil yang sahih.
Meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan melalui amalan yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Kegiatan Safari Dakwah Da’iyah ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh dalam meningkatkan pemahaman keislaman masyarakat serta memperkuat pengamalan nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kajian ini diharapkan masyarakat semakin memahami keutamaan Bulan Muharram sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT serta mampu mengisinya dengan berbagai amal saleh yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.(CF)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*