Banda Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh memberikan pembinaan keagamaan bagi warga binaan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) / Rumah Singgah Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Kamis (01/10/2026).
Kegiatan ini merupakan upaya DSI dalam memperkuat pembinaan akhlak dan pemahaman keagamaan bagi warga binaan di Rumah Singgah Lamjabat. Pembinaan ini dilakukan sebagai bekal bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan kembali ke tengah masyarakat dengan semangat baru serta keimanan yang lebih kuat.
Kepala DSI Kota Banda Aceh, Alimsyah, S.Pd., M.S mengatakan, pembinaan keagamaan menjadi komitmen DSI untuk terus memberikan kemudahan dan pendampingan rohani bagi masyarakat yang sedang menjalani pembinaan di Rumah Singgah Lamjabat. Menurutnya, pendekatan dakwah harus dilakukan dengan hikmah, kasih sayang, dan memberikan harapan agar pesan keagamaan dapat diterima dengan baik serta memotivasi warga binaan untuk berubah ke arah yang lebih baik.
“Kita hadir di sini untuk memberikan kemudahan dan mendorong saudara-saudara kita yang ada di Rumah Singgah Lamjabat ini agar terus berupaya menjadi pribadi yang lebih baik, karena setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri dan masa depannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan ini penting agar warga binaan memiliki semangat baru untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan ke depan. Ia berharap melalui pembinaan ini, warga binaan tidak merasa sendiri dan tetap memiliki semangat untuk kembali ke jalan yang diridhai Allah SWT dengan bimbingan yang penuh hikmah.
“Kita ingin mereka memiliki semangat untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena menegakkan syariat itu harus dengan cara merangkul dan membimbing dengan hikmah, bukan dengan menghakimi, agar mereka merasa dirangkul dan dibimbing,” katanya.

Sementara itu, tausiah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ustad Marwan, S.Ag., M.Pd yang membawakan materi tentang luasnya ampunan Allah SWT bagi setiap hamba yang pernah berbuat salah dan ingin bertaubat dengan sungguh-sungguh. Dalam tausiahnya, ia menekankan bahwa setiap manusia adalah tempatnya salah dan khilaf, namun Allah SWT Maha Pengampun dan selalu membuka pintu maaf seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang mau kembali ke jalan yang benar.
“Siapapun bisa berbuat salah dan siapapun akan mendapatkan maaf dari Allah SWT, karena Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang, sebesar apapun kesalahan kita di masa lalu, selama kita mau kembali, pintu maaf itu selalu terbuka,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan, namun Allah Maha Pengampun bagi hamba yang bersungguh-sungguh ingin kembali, menyesali perbuatannya, dan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang. Menurutnya, yang paling penting adalah ketulusan hati dan kesungguhan dalam bertaubat, karena Allah melihat niat dan usaha hamba-Nya untuk berubah menjadi lebih baik.
“Selama kita mau kembali dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, menyesali apa yang telah kita lakukan dan berjanji tidak mengulanginya lagi, maka Allah Maha Pengampun dan jangan pernah sekalipun kita putus asa dari rahmat Allah SWT,” ujarnya.

Menurutnya, pintu taubat selalu terbuka lebar dan menjadi jalan terbaik untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik ke depan serta memulai lembaran baru yang lebih baik dan lebih bermakna dalam kehidupan. Ia mengajak warga binaan untuk menjadikan pembinaan di Rumah Singgah Lamjabat ini sebagai momentum titik balik untuk berubah, meningkatkan kualitas ibadah, dan menata masa depan dengan lebih baik.
“Manusia itu tempatnya salah dan khilaf, tapi manusia yang terbaik adalah yang mau bertaubat dan memperbaiki diri, dan inilah jalan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta kembali ke jalan yang diridhai oleh Allah SWT,” tutupnya.
Pembinaan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan, di mana seluruh warga binaan tampak menyimak tausiah dengan seksama sejak awal hingga akhir kegiatan dengan penuh perhatian. Suasana semakin hidup dan interaktif saat memasuki sesi tanya jawab, di mana para peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar kehidupan beragama, cara menjaga shalat, dan penguatan mental untuk tetap istiqamah.
Melalui kegiatan ini, DSI berharap warga binaan dapat memiliki bekal spiritual yang kuat untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat dengan keimanan dan akhlak yang lebih baik. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat ke depannya. (nva)
Leave a Reply