Kadis Syariat Islam Ajak Maba Kutaraja Wujudkan Kampus Madani

Banda Aceh – Politeknik Kutaraja Banda Aceh menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 yang berlangsung pada 5 hingga 9 Oktober 2026 di Aula Kampus Politeknik Kutaraja, Banda Aceh, Kamis (8/10/2026).

Pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah, S.Pd., M.S hadir sebagai pemateri dengan tema “Menuju Kampus Madani : Budaya dan Etika Islami sebagai Fondasi Kehidupan Akademik”.

Dalam materinya, Alimsyah mengingatkan bahwa dari 38 provinsi di Indonesia, hanya Aceh yang diberi kewenangan menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat berlandaskan Syariat Islam secara formal sebagai amanah sejarah.

“Aceh adalah satu-satunya provinsi yang diberi kewenangan menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat berlandaskan Syariat Islam — amanah sejarah yang harus dijaga setiap generasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan konsep pembinaan karakter Islami melalui tiga pilar, yaitu aqidah sebagai keteguhan prinsip agar tidak mudah terombang-ambing paham radikal maupun sekularisme ekstrem, syariah sebagai integritas akademik, serta akhlak sebagai dakwah bil hal dalam pergaulan sehari-hari termasuk adab di media sosial.

Lebih lanjut ia menekankan peran strategis kampus sebagai benteng peradaban dalam pencegahan penyimpangan sosial, dengan prinsip dakwah yang bermartabat.

“Kampus bukan sekadar pencetak sarjana, melainkan benteng peradaban. Mahasiswa Aceh dipanggil bukan untuk membenci manusia, melainkan menjaga fitrah, marwah, dan masa depan generasi,” tegasnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk kembali pada kearifan lokal Aceh sebagaimana hadih maja, “Adat bak Poe Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksamana”.

Di akhir pemaparan, Alimsyah menyampaikan pesan inti kepada mahasiswa baru untuk merangkul identitas ke-Acehan dan keislaman secara bersamaan.

“Bangga menjadi Aceh tanpa akhlak Islami adalah kebanggaan yang kosong. Berakhlak Islami tanpa bangga menjadi Aceh adalah kehilangan akar. Mahasiswa Aceh hari ini dipanggil untuk merangkul keduanya sekaligus,” pungkasnya.

Selain sesi materi, kegiatan PKKMB tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh dengan Politeknik Kutaraja dalam bidang pembinaan dan penguatan syariat Islam di lingkungan kampus. (nva)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*