Safari Dakwah Da’iyah, Ustazah Rahmatillah Ajak Jamaah Isi Muharram dengan Al Qur’an dan Sunnah

Banda Aceh – Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh kembali menggelar program Safari Dakwah Da’iyah di Masjid Baitul Mukminin, Gampong Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Jumat (3/7/2026).

Program ini menjadi wadah pembinaan umat untuk memperkuat pemahaman keagamaan, khususnya terkait kemuliaan Bulan Muharram berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

Dalam tausiahnya, Ustazah Dr. Hj. Rahmatillah, S.Ag.,M.Pd. menyampaikan bahwa Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Selain Muharram, ada juga bulan Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah.

“Allah sudah tetapkan jumlah bulan sejak penciptaan langit dan bumi. Empat di antaranya adalah bulan-bulan yang dimuliakan. Maka di bulan ini kita diperintahkan untuk tidak menzalimi diri sendiri dan orang lain,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ustazah Rahmatillah juga menjelaskan tentang penetapan 1 Muharram sebagai awal tahun Hijriah. Menurutnya, hal itu diputuskan pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

“Adapun Ramadan tidak termasuk bulan haram, karena Ramadan itu Sayyidusy Syuhur, penghulu segala bulan. Kedudukannya paling istimewa,” katanya.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya setiap amalan harus berlandaskan dalil. Jangan hanya mengejar keutamaan amalan tanpa tahu dasar hukumnya.

“Al-Qur’an itu ada muhkamat dan mutasyabihat. Hadis juga ada qauliyyah, fi’liyyah, dan taqririyyah. Semua itu pedoman kita. Ibadah harus sesuai Al-Qur’an, hadis sahih, dan penjelasan ulama agar benar mengikuti Rasulullah SAW,” tegasnya.

Dalam tausiahnya, Ustazah Rahmatillah juga mengangkat kisah Fir’aun yang ditenggelamkan dan kisah Samiri yang membuat patung anak sapi.

“Dua kisah ini pelajaran buat kita. Jangan mudah ikut-ikutan tanpa dasar. Jaga akidah, karena itu pondasi utama dalam Islam,” jelasnya.

Di akhir tausiah, Ustazah Rahmatillah berpesan agar Bulan Muharram dijadikan momentum untuk memperbanyak amal saleh dan muhasabah diri.

“Perbaiki niat, luruskan amal, dan kuatkan iman. Jadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai kompas hidup kita, agar selamat dunia dan akhirat,” tutupnya.

Turut hadir pada acara tersebut Kasi Bina Generasi dan Kader Dakwah Bidang Dakwah DSI Kota Banda Aceh, Ibu Rosmani, S.Sos, para Da’iyah Kota Banda Aceh, serta sekitar 50 jamaah ibu-ibu dari Gampong Lamteh dan beberapa gampong di Kota Banda Aceh.

Dengan adanya Safari Dakwah Da’iyah ini, diharapkan para ibu-ibu dan jamaah perempuan semakin memahami keutamaan Bulan Muharram serta termotivasi mengisinya dengan amal ibadah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

Program ini juga menjadi sarana pembinaan khusus bagi kaum perempuan untuk memperkuat akidah, memperdalam ilmu agama, dan menjadi agen dakwah di tengah keluarga dan masyarakat. (nva)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*