BANDA ACEH – Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh terus mendorong penguatan syariat Islam di berbagai lini kehidupan masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan. Sekolah dinilai menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus membentuk karakter generasi muda sejak dini.
Upaya tersebut diwujudkan melalui program Safari Dakwah Sekolah, yang kali ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 16 Banda Aceh, Gamlong Ili, Kecamatan Ulee Kareng, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut turut diisi oleh Da’i Kota Banda Aceh, Ustaz Bukhari Ali, S.Ag dengan tema “Jaga Diri, Jaga Hati, Raih Masa Depan Penuh Prestasi”
Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah, S.Pd., M.Pd., mengatakan, penguatan syiar Islam di sekolah memiliki posisi penting karena pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membangun akhlak, karakter, dan kepribadian peserta didik.
Menurutnya, sekolah merupakan salah satu tempat yang sangat strategis untuk membangun fondasi moral generasi muda. Sebab, peserta didik tidak cukup hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga membutuhkan nilai spiritual sebagai pedoman dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Kita hadir di sekolah untuk kembali menyadarkan, memotivasi, dan mengajak agar anak-anak kita memperkuat pengajaran perilaku, agar terhindar dari penyakit sosial sehingga 10 tahun ke depan Kota Banda Aceh tidak meninggalkan generasi yang lemah, melainkan terciptanya generasi yang cerdas secara ilmu pengetahuan dan kuat secara spiritual lewat kepribadiannya,” kata Alimsyah.

Ia menyebutkan, tantangan pembinaan generasi muda saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus informasi membuat anak-anak dan remaja mudah terpapar berbagai konten serta pola pergaulan yang tidak selalu sejalan dengan nilai agama dan budaya.
Alimsyah menjelaskan, fenomena degradasi moral dan munculnya berbagai penyakit sosial menjadi perhatian bersama. Pergaulan bebas, perjudian daring, penyalahgunaan teknologi, hingga berbagai bentuk kenakalan dan kriminalitas remaja membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif melalui pendidikan karakter dan penguatan spiritual.
Alimsyah juga mengapresiasi berbagai program kolaboratif yang telah berjalan di sekolah-sekolah di Banda Aceh, termasuk kegiatan mengaji dan yasinan setiap Jumat. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar membangun ketahanan karakter generasi muda melalui pembiasaan yang sederhana tetapi dilakukan secara konsisten.
“10 tahun ke depan kalianlah yang memimpin Kota Banda Aceh. Kalian harus punya cita-cita. Kalian penerus kami ke depan,” ujar Alimsyah di hadapan para siswan SMAN 16.
Oleh karena itu, Alimsyah juga menilai program membaca Al-Qur’an, berdoa, mengikuti kajian keagamaan, serta membangun lingkungan sekolah yang religius dapat menjadi benteng moral bagi peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
“Ketahanan karakter itu harus dibangun bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sekolah, guru, orang tua, dai, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen harus mengambil bagian dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki ketahanan spiritual,” katanya.
Kegiatan Safari Dakwah Sekolah ini juga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui sosialisasi dan edukasi HIV/AIDS dan pencegahannya yang disampaikan oleh para nakes Puskesmas Ulee Kareng.
Leave a Reply