Banda Aceh – Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh kembali menggelar Safari Dakwah (Safda) Malam Ahad Dai Perkotaan di Gampong Keudah, Kecamatan Kuta Alam, Sabtu (11/7/2026).
Mengangkat tema “Mensucikan Jiwa dari Hal-hal yang Mengotorinya”, kegiatan ini menghadirkan Tgk. Umar Ismail, S.Ag selaku Da’i Perkotaan Banda Aceh. Majelis ini dihadiri para pejabat DSI dan warga setempat.
Tgk. Umar Ismail menyampaikan bahwa kepada Allah ada dua fokus yang harus dijaga.
“Kepada Allah ada 2 fokus yang harus dijaga. Pertama perintah Allah dan yang kedua adalah larangan Allah. Kerjakan dan jangan dikerjakan. Mengerjakan perintah pasti akan bertambah kebaikan yang akan didapatkan. Sebaliknya melanggar larangan, maka akan banyak masalah dalam kehidupan di dunia terlebih kelak di akhirat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa menahan nafsu dari larangan lebih sulit.
“Mengerjakan perintah itu terkadang lebih mudah bagi seseorang. Namun menahan nafsu untuk tidak melanggar larangan Allah ini lebih sulit untuk dijaga oleh seseorang. Kadang seseorang terlihat alim dalam keramaian, tetapi maling dalam kesendirian. Syaitan tak henti-hentinya menggoda manusia. Yang kemudian menjadikan nafsunya sulit dikontrol,” tegasnya.

Lebih lanjut, beliau memaparkan 5 sebab orang terjerumus dosa: lemahnya iman kepada Allah, jahil terhadap Allah dan Rasul-Nya, panjang angan-angan, lemah dalam usaha menggapai hidayah, dan bergaul dengan para pendosa.
Tgk. Umar Ismail juga menyebutkan 5 tanda para pendosa: wajahnya menghitam atau aura wibawanya hilang, gelap hatinya sehingga sulit menerima nasehat kebenaran, lemah jiwa raganya dan tak bersemangat dalam ibadah, terhalang rezekinya atau seret, dan dibenci oleh makhluk sehingga terjauhkan dari keramaian manusia.
“Karena itu Nabi Yusuf selalu berdoa agar diwafatkan sebagai muslim dan dikumpulkan bersama orang-orang shalih,” katanya.
Di akhir tausiyah, beliau berpesan 5 solusi agar tetap istiqamah: perbanyak tilawah Al-Qur’an, perbanyak puasa sunnah, selalu menghadiri majelis ilmu, tafakur akan kekuasaan Allah, dan istighfar serta taubat kepada Allah setiap saat. “Wallahu a’lam. Barakallahu fiikum,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh Alimsyah, S.Pd, MS, Kepala Dinas Perkim Hendra Gunawan, S.Hut, Kepala Bidang Dakwah Marzuki, S.Sos, Kepala Bidang Pengembangan Syariah Wirzaini Usman, S.HI, M.I.Kom, Kepala Bidang Bina Ibadah dan Muamalah Jamal, S.Pd, SE, Kepala UPTD Rusunawa Boy Ferdian, SE, perangkat Gampong Keudah, Dai Perkotaan, Muhtasib Gampong, dan warga setempat. (nva)
Leave a Reply