“ TV “ MESIN PENGHIPNOTIS MASSAL

DI zaman modern seperti sekarang ini televisi (TV) bukan merupakan suatu barang yang mewah maupun langka, tetapi hampir semua umat manusia di dunia ini memiliki benda tersebut, baik didalam tempat tinggalnya, ditempat umum maupun ditempat komersial lainnya. Televisi selalu hadir dalam keseharian kita dengan alasan sebagai sarana hiburan maupun informasi. Perubahan demi perubahan telah dijalani oleh alat tersebut bagaikan makhluk metamorfosis, dari bentuk yang besar dengan menggunakan tabung besar didalamnya kemudian menjadi bentuk yang sangat tipis sehingga dapat diletakkan bagaikan pajangan dinding.

Didalam tulisan saya ini saya tidak membahas tentang sejarah pembuatan televisi maupun sejarah perjalanan pertelevisian di Indonesia tetapi saya coba membuka mata kita lebar-lebar apa yang telah diperbuat oleh acara-acara yang ditayangkan oleh alat tersebut yang bernama TV, dan saya tidak menyalahkan alat tersebut tetapi yang kita sesali adalah tayangan yang disajikan alat tersebut yang telah merubah tatanan hidup kita sebagai seorang muslim/ah.

Tahukah kita tampa disadarai TV merupakan suatu mesin penghipnotis massal, sangat penting untuk disadari bahwa ketika menonton TV kita memasuki ” Alpha Brainwave State ” dimana kita berada dalam kondisi rileks dan sangat mudah untuk tersugesti, pernahkah kita perhatikan ekspresi berkaca-kaca pada mata seseorang yang menonton tayangan yang mengharukan ataupun sesorang yang tiba-tiba tertawa terbahak-bahak saat menonton tayangan komedi dan ekspresi yang menakutkan pada saat menonton film horror. Otak Mengira Bahwa tayangan TV itu nyata, Anda akan berpikir bahwa TV tidak membahayakan karena Anda tahu bahwa hal itu tidak nyata, akan tetapi tahukah Anda bahwa alam bawah sadar Anda mempercayainya bahwa hal itu nyata? (oleh karena itu mengapa ketika menonton film horor jantung Anda berdebar-debar dengan cepat) itu terjadi karena dipicu oleh perpindahan aktifitas dari otak kiri (logika & analisa kritis) ke otak kanan (emosional) yang artinya semua informasi yang masuk akan direspon otak secara emosional tanpa menghiraukan logika dan analisa. Aktivitas otak kanan menyebabkan badan mengeluarkan kimia yang membuatnya merasa baik (ini disebut) kelenjar endorphin, sejenis obat penenang alami yang serupa sifatnya dengan heroin. Oleh karena itu tidak saja memungkinkan, akan tetapi mungkin sekali menjadi ketagihan nonton TV. Hal ini memastikan secara tetap bahwa otak kanan setiap harinya terbuka, sebuah faktor penting yang dibutuhkan untuk memprogram pikiran.
Mari kita simak Inilah Yang TV Lakukan Terhadap Otak Anda : TV mempunyai segala sesuatu yang diperlukan untuk memprogram pikiran Anda,

Alam bawah sadar Anda mengira TV adalah nyata, Waktu antara 5-6 jam setiap hari merupakan jumlah rata-rata orang nonton TV,
TV secara fisik merusak otak dan mengurangi tingkat kecerdasan Anda. Seringkali apa yang ditayangkan dalam kotak ajaib itu memancing hasrat penonton untuk ikut melakukannya. Lihat saja siaran televisi mampu membentuk budaya massa di berbagai belahan dunia salah satunya hasil penelitian LIPI menyebutkan, dampak tayangan pornografi di televisi menyebabkan meningkatnya kasus kehamilan tidak dikehendaki di kalangan remaja, kekerasan seksual, bahkan aborsi. Demikian juga dampak tayangan berbau kekerasan, salah satunya adalah maraknya aksi pemerkosaan yang disertai pembunuhan.

Dan sekarang setiap rumah kaum muslimin selalu ada TV baik di ruang tamu, ruang kelurga maupun kamar-kamar tidur kita, tanpa kita sadari dakwah terselubung kaum non muslim telah masuk kerumah-rumah kita tanpa kita sadari dengan menampilkan tayangan-tayang yang tidak sesuai dengan syariat dan hal itu menjadi hal biasa bagi kita. Mari kita renungkan berapa banyak waktu kita habiskan untuk menikmati hiburan yang ditayangkan kotak ajaib tersebut satu jamkah, dua jamkah atau lima jamkah coba kita bandingkan berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk beramal seperti berzikir maupun membaca Al-quran mungkin hanya sedikit sekali ataupun tidak ada sama sekali, dan juga berapa banyak hapalan lagu-lagu yang kita hapal dibandingkan dengan ayat-ayat Al-quran, kemudian sejauh mana kita mengenal silsilah para nabi dan sahabat nabi yang kita ketahui dibandingkan dengan latar belakang artis-artis ibukota yang seakan-akan layaknya kerabat kita.
Oleh karena itu penulis ingin mengajak kita semua umat muslim untuk membuka mata batin kita yang selama ini tertutupi oleh dunia yang fana ini. (Kabid Fardhu Kifayah DSI Kota B.Aceh).

TERIMA KASIH

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


15 − 13 =